Rumah Tua Phung Hung dibangun pada masa ketika Hoi An merupakan pelabuhan perdagangan internasional utama. Rumah ini milik keluarga pedagang kaya yang berdagang dengan Tiongkok, Jepang, dan Eropa.
Arsitektur bangunan ini mencerminkan perpaduan tiga budaya: Vietnam, Tiongkok, dan Jepang. Hal ini tercermin dalam struktur bangunan, elemen ukiran kayu, dan tata letak ruang interiornya.
Perhatian khusus diberikan pada ketahanan bangunan terhadap banjir, yang secara berkala terjadi di wilayah tersebut. Rumah ini dibangun menggunakan struktur kayu, sehingga memungkinkan bangunan untuk "bernapas" dan tahan terhadap kondisi iklim.
Di bagian dalam, elemen interior asli telah dilestarikan, termasuk furnitur, detail dekoratif, dan barang-barang rumah tangga yang merupakan milik keluarga tersebut.
Saat ini, Rumah Tua Phung Hung adalah museum hidup yang memungkinkan pengunjung untuk merasakan kehidupan nyata kaum pedagang elit Hoi An di abad-abad yang lalu.




