Vietnam telah memperketat kontrol perbatasan di tengah wabah Ebola, tetapi risiko bagi wisatawan dinilai minimal.
HANOI — Vietnam telah memperkenalkan pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat di semua titik masuk internasional setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus Ebola (galur Bundibugyo) di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional pada 16 Mei. Hingga berita ini ditulis, belum ada kasus infeksi yang dilaporkan di Vietnam.
Pemeriksaan yang lebih ketat telah diterapkan di bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan darat. Perhatian khusus diberikan kepada penumpang yang tiba dari negara-negara Afrika, serta mereka yang telah mengunjungi wilayah dengan wabah yang terkonfirmasi dalam 21 hari terakhir—periode ini sesuai dengan masa inkubasi virus.
Laboratorium-laboratorium utama di Hanoi dan Ho Chi Minh City siap melakukan pengujian PCR untuk strain virus ini. Jika seorang penumpang menunjukkan gejala yang sesuai dengan Ebola, mereka akan segera diisolasi dan sampel biopsi akan diambil untuk diuji.
Para ahli menekankan bahwa Ebola tidak menular melalui udara. Infeksi hanya mungkin terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau benda-benda yang terkontaminasi dari orang atau hewan yang terinfeksi. Hal ini secara mendasar membedakan virus ini dari influenza atau COVID-19 dan secara signifikan membatasi risiko penyebarannya di kalangan wisatawan dalam suasana liburan normal.
Pihak berwenang Vietnam mengingatkan wisatawan tentang tindakan pencegahan standar. Bersiaplah untuk survei epidemiologi dan pengecekan suhu di bandara. Jika Anda mengalami demam tinggi, lemas parah, muntah, atau tanda-tanda pendarahan, segera konsultasikan dengan dokter dan laporkan seluruh riwayat perjalanan Anda baru-baru ini.
Vietnam memiliki pengalaman yang terbukti dalam mengelola risiko infeksi: sistem pemantauan epidemiologi bertingkat diterapkan di negara itu pada awal pandemi COVID-19. Protokol serupa saat ini juga diterapkan.
Saran perjalanan resmi tetap tidak berubah: tidak ada ancaman bagi wisatawan biasa, dan perjalanan ke Vietnam berlanjut seperti biasa.




